Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

[pgp_title]

Pembahasan kita sekarang adalah Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!. Flashpacker ialah suatu teori baru dalam dunia jalan-jalan, yang baru terkenal dalam beberapa tahun terakhir. Jika meng-google istilah ini, kita bisa mendapat definisi yang berbagai rupa, tetapi pada intinya ada 2 aliran utama atau gabungan dari keduanya.

Mengenal Perbedaan Antara  Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Aliran yang pertama yakni tourist yang senantiasa membawa banyak tech gear (perlengkapan elektronik) misalnya smartphone, kamera, laptop dan mp3 player dikala bepergian. Sedangkan yang kedua ialah traveler yang punya bujet lebih dalam bepergian.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Hanya saja, baik itu backpacker, flashpacker, turis, maupun pejalan bisnis, tatkala ini pasti membawa seengganya satu dari barang-barang seperti gadget, kamera, iPod, mp3 player, atau notebook dikala traveling. Tanpa sahabat semua sadari dan juga semestinya diakui peralatan elektronik pribadi sudah bukan lagi kemewahan, akan tetapi lebih merupakan kebutuhan yang makin penting sebagai wujud eksistensi di jaman modern ini, lebih-lebih lagi untuk orang yang emang secara ekonomi mampu bepergian.

Alih-alih menitikberatkan definisi pada teach gear dan anggaran, Wikipedia yang ialah kiblat informasi sejuta umat mengartikan flashpacker secara lebih mengena yakni backpacking with flash or style atau orang yang mengerjakan perjalanan backpacking gaya sendiri. Lantas, apa lagi artinya backpacking dengan gaya sendiri? Jawabannya dapat berbagai rupa, bergantung preferensi dan gaya tapi intinya yaitu pilihan.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Flashpacker lebih tepat dinamakan kaum penggila jalan-jalan yang memposisikan diri di tengah dua ekstrem yakni backpacker dan pelancong. Kaum flashpacker lebih moderat daripada backpacker dalam hal penguasaan bujet, kendati tetap saja tujuan perjalanan atau pengalaman yang ingin dicari. Bagi mereka, anggaran bukan yang paling penting. Tapi, flashpacker tetap berbagi sikap dan antusiasme yang sama dengan backpacker dalam hal menggali serta mengkaji destinasi dengan sebaik-baiknya tanpa kudu terlena kenyamanan ekstra ala turis namun terbelenggu dalam kekakuan jadual yang serba mengikat.

Satu karakter paling nampak yang membuat flashpacker memiliki kata “Flash” yakni prinsip senantiasa memilih apa yang mereka inginkan dikala bepergian, tanpa kudu terjebak dalam peraturan, gengsi, status, paham, performa, atau identitas kelompok, sehingga biaya seringkali enggak jadi hal yang terlalu diambil pusing.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Bepergian dengan full service airlines, LCC (Low Cost Carrier), feri, cruise ship, kapal laut, kereta api, bus, mobil, sepeda motor, malahan sepeda atau berjalan kaki dapat dipertimbangkan kalau emang cocok dengan tujuan perjalanan, pengalaman yang hendak diperoleh, ataupun kemauan spontan. Gunakan pakaian yang fancy atau bahkan yang gembel sekalian asyik-asyik saja kok. Tinggal di hotel berbintang, hostel, losmen, atau malahan kemah ala Pramuka zaman baheula, semua sah-sah aja kalau memang itu yang diinginkan atau memberi pengalaman yang dicari. Sederhananya, flashpacker itu berpergian ala gue, atau, travelling yang gue banget!

Sebagai contoh seorang flashpacker dapat merasa nyaman tinggal di hostel seharga USD 10 per malam yang dekat dengan Taj Mahal supaya besok subuhnya bisa mengambil foto Taj Mahal dengan latar matahari terbit, kemudian siang harinya terbang dengan Air Asia dari New Delhi ke Bangkok dan menginap di Hotel Sheraton Bangkok untuk mendapatkan kenyamanan beristirahat yang lebih sesudah stamina fisiknya terkuras habis akibat melalui medan perjalanan yang berat di India selama berhari-hari.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Begitu telah cukup beristirahat, bisa meneruskan perjalanan ke Chiangmai lewat jalan darat dengan bis non-AC buat dapat melihat secara dekat kehidupan wilayah pedesaan di Thailand. Semuanya itu tentang pilihan. Buat rata-rata flashpacker, pengalaman yang diperoleh dari suatu perjalanan ialah segala-galanya.

Berdasarkan definisi umum yang banyak diaplikasikan, profil kaum flashpacker dideskripsikan sebagai kaum traveler independen yang memiliki pekerjaan tetap dengan tingkat penghasilan menengah ke atas sehingga mempunyai waktu libur yang singkat, namun budget yang lebih longgar. Sebab mereka mempunyai pekerjaan tetap yang sibuk, kebutuhan untuk berkomunikasi selama perjalanan jadi teramat penting, yang menerangkan kebutuhan untuk selalu membawa tech gear berjubel kemana pun mereka pergi.

Bagi kaum flashpacker, you are how you travel. Jalan-jalan bukan sekadar jalan-jalan, akan tetapi juga wujud ekspresi diri dalam bentuk penampilan, gaya berbusana, buku yang dibaca, atau gadget yang diaplikasikan.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

Dari berbagai ragam rujukan, ada beragam kategori Flashpacker yang dapat dirangkum sebagai berikut :

1. The Geeky Flashpacker

Untuk jenis ini, terkoneksi dengan dunia tiap-tiap saat jadi sebuah kebutuhan pokok seperti halnya oksigen, sehingga tidak mungkin bepergian kemana-mana tanpa menjinjing setas penuh gadget dari yang paling umum seperti telepon seluler, mp3 player, kamera, laptop hingga yang dipakai technogeek misalnya telepon satelit dan GPS keluaran terupdate.

Mimpi buruk terbesar selama perjalanan ialah kala mengetahui baterai habis sementara peradaban terdekat berada 50 km jauhnya, dan kiamat datang saat mereka “sirna” sama sekali dari radar dunia kala seluruh gadget engga bisa berfungsi. Jadi, Geeky Flashpacker identik dengan GADGET.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

2. The Minted Flashpacker

Kelompok ini yakni flashpacker yang meletakkan kenyamanan bepergian di atas segala-galanya dan engga pernah ragu untuk menghabiskan biaya ekstra buat mendapatkan kenyaman dan kemudahan lebih dalam perjalanan. Saat dihadapkan pada opsi pergi ke suatu destinasi dengan kereta api selama lima jam atau terbang selama satu jam, walaupun akan menguras biaya 2 – 3 kali lebih besar, mereka memilih terbang.

Buat jenis ini, dana enggak pernah jadi problem. Sebaliknya, waktu dan kenyamanan itu maha penting. Tinggal satu kamar bersempit-sempitan dengan turis lain atau berbagi WC dan dapur umum? Oh that is so not us menurut klasifikasi ini.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

3. The Savvy Flashpacker

Kategori ini ialah yang paling mewakili kaum flashpacker sejati yang berorientasi terhadap tujuan perjalanan dan pengalaman, serta berani mencoba apa aja selama pengalaman itu emang yang diharapkan, tanpa kudu terbelenggu dalam peraturan, gengsi, status atau identitas kelompok.

Tujuan perjalanan atau pengalaman yang dicari merupakan segala-galanya buat jenis ini, biarpun untuk itu mereka mesti menggunakan waktu atau dana ekstra. Suatu perjalanan baru disebut berhasil apabila tujuan atau pengalaman yang mereka cari udah tercapai, walau itu berarti mesti berdesak-desakan dalam bis rakyat non-AC yang dipenuhi oleh petani cuma untuk menikmati kehidupan pedesaan atau malahan menginap di hotel berbintang dengan harga sedikit lebih mahal cuma agar lebih mudah mencapai lokasi sebuah tempat tamasya keesokan subuhnya untuk mengambil foto matahari terbit.

Buat golongan ini, waktu bisa disetting, dana dapat diupayakan, tetapi tujuan dan pengalaman enggak dapat ditawar-tawar. Jadi untuk tipe Minted Flashpacker dan Savvy Flashpacker, emang pengalamanlah yang dicari, akan tetapi jika tipe Minted mungkin menyerah sekiranya ternyata pengalaman yang dicari harus dibayar dengan kesusahan, jenis Savvy menganggap kesulitan merupakan bagian dari pengalaman yang dicarinya.

Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!

4. The Minted Geek

Klasifikasi ini yaitu persatuan dari The Minted dan The Geeky. Kategori ini membawa banyak gadget dan juga sangat memprioritaskan kenyamanan dan kemudahan dalam bepergian (GADGET dan KENYAMANAN).

5. The Savvy Geek

Kategori ini ialah perpaduan dari The Savvy dan The Geeky. Bagi jenis ini, tujuan perjalanan atau pengalaman yang hendak didapat yaitu sama pentingnya dengan keperluan buat terkoneksi dengan dunia setiap waktu (GADGET dan PENGALAMAN).

Demikian informasi terkait dengan Mengenal Perbedaan Antara Flashpacker Dengan Tourist? Why Not!, semoga postingan ini membantu Anda. Tolong artikel ini disebarluaskan agar semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi:

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *